Aksara Bali: Huruf Bali, Adeg-adeg, Tarung, Na, Da madu, Wulu, A kara, Layar, Ha, Na rambat, Suku, Nya, Wisarga, Cecek, Carik, Ga gora, E kara

 
9781233922239: Aksara Bali: Huruf Bali, Adeg-adeg, Tarung, Na, Da madu, Wulu, A kara, Layar, Ha, Na rambat, Suku, Nya, Wisarga, Cecek, Carik, Ga gora, E kara
From the Publisher:

Sumber: Wikipedia. Halaman: 26. Bab: Huruf Bali, Adeg-adeg, Tarung, Na, Da madu, Wulu, A kara, Layar, Ha, Na rambat, Suku, Nya, Wisarga, Cecek, Carik, Ga gora, E kara, Ja jera, Ba kembang, Pa kapal, O kara, I kara, Taling, U kara, Nania, Ca laca, Sa sapa, Ta latik, Sa danti, Cakra, La lenga, Pamada, Sa saga, Ra repa, Ta tawa, Pepet, Idem, Panten. Kutipan: Aksara Bali adalah aksara tradisional masyarakat Bali dan berkembang di Bali. Aksara Bali merupakan suatu abugida yang berpangkal pada huruf Pallawa. Aksara ini mirip dengan aksara Jawa. Perbedaannya terletak pada lekukan bentuk huruf. Aksara Bali berjumlah 47 karakter, 14 di antaranya merupakan huruf vokal (aksara suara). Huruf konsonan (aksara wianjana) berjumlah 33 karakter. Aksara wianjana Bali yang biasa digunakan berjumlah 18 karakter. Juga terdapat aksara wianjana Kawi yang digunakan pada kata-kata tertentu, terutama kata-kata yang dipengaruhi bahasa Kawi dan Sanskerta. Meski ada aksara wianjana Kawi yang berisi intonasi nada tertentu, pengucapannya sering disetarakan dengan aksara wianjana Bali. Misalnya, aksara dirgha (pengucapan panjang) yang seharusnya dibaca panjang, seringkali dibaca seperti aksara hresua (pengucapan pendek). Dalam aksara Bali, terdapat suatu sistem pengelompokkan huruf menurut dasar pengucapannya yang disebut warga aksara. Dalam bahasa Bali, warga berarti "jenis"/"kelompok" dan aksara berarti "huruf"/"lambang penulisan", bukan sistem tulisan. Dalam aturan menulis aksara Bali, ada 5 warga aksara yang utama, yaitu: Aksara suara disebut pula huruf vokal/huruf hidup dalam aksara Bali. Fungsi aksara suara sama seperti fungsi huruf vokal dalam huruf Latin. Jika suatu aksara wianjana (konsonan) diberi salah satu pangangge (tanda diakritik) aksara suara, maka cara baca aksara wianjana tersebut juga berubah, sesuai dengan fungsi pangangge yang melekati aksara wianjana tersebut. Berikut ini adalah aksara suara dalam aksara Bali: Aksara wianjana disebut pula konsonan atau huruf mati dalam ak...

"Sobre este título" puede pertenecer a otra edición de este libro.

(Ningún ejemplar disponible)

Buscar:



Crear una petición

Si conoce el autor y el título del libro pero no lo encuentra en IberLibro, nosotros podemos buscarlo por usted e informarle por e-mail en cuanto el libro esté disponible en nuestras páginas web.

Crear una petición