Orde Baru: Pendudukan Indonesia di Timor Timur, Kerusuhan Banjarmasin, Peristiwa 27 Juli, Pendudukan Gedung DPR|MPR, Tragedi Trisakti

 
9781233910984: Orde Baru: Pendudukan Indonesia di Timor Timur, Kerusuhan Banjarmasin, Peristiwa 27 Juli, Pendudukan Gedung DPR|MPR, Tragedi Trisakti
From the Publisher:

Sumber: Wikipedia. Halaman: 27. Bab: Pendudukan Indonesia di Timor Timur, Kerusuhan Banjarmasin, Peristiwa 27 Juli, Pendudukan Gedung DPR/MPR, Tragedi Trisakti, Petisi 50, Sejarah Indonesia, Komando pemulihan keamanan dan ketertiban, Mafia Berkeley, Penembakan misterius, Kerusuhan Mei 1998, Peristiwa Situbondo 1996, Insiden Dili, Eurico Guterres, Operasi Seroja, Balibo Five, Malari, Kejatuhan Soeharto, Fretilin, Trilogi Pembangunan, Pembantaian di rumah Manuel Carrascalão, Milisi pro-Indonesia di Timor Leste, Krisis Timor Timur, Repelita. Kutipan: Kerusuhan Banjarmasin terjadi pada tanggal 23 Mei 1997, Banjarmasin dilanda kerusuhan massal, menyusuli kampanye Golkar pada hari terakhir putaran kampanye PPP menjelang pemilu 1997. Dilihat dari skala kerusuhan dan jumlah koreban serta kerugiannya, peristiwa yang kemudian disebut sebagai Jumat Membara atau Jumat Kelabu itu termasuk salah satu yang terbesar dalam sejarah Orde Baru. Namun, akibat ketertutupan pemerintah, tidak ada laporan yang akurasinya bisa dipercaya penuh mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di lapangan pada waktu itu. Dibandingkan dengan skalanya, berita-berita pers sangat terbatas dan tidak sebanding. Tanggal 23 Mei 1997 kebetulan jatuh pada hari Jumat. Pada hari itu berlangsung putaran terakhir masa kampanye Pemilu 1997, yang secara kebetulan merupakan hari kampanye Golkar. Menurut rencana semula, setengah hari kampanye diawali dengan kampanye simpatik berupa pendekatan kepada kalangan bawah dengan target operasi buruh, pengojek, dan tukang becak. Kemudian, setengah hari berikutnya, usai ibadah Jumat, kampanye akan dilanjutkan dengan panggung hiburan rakyat di lapangan Kamboja. Pada acara tersebut akan hadir Menteri Sekretaris Kabinet (Mensekkab) Saadilah Mursjid, Ketua MUI KH Hasan Basri, dan artis-artis ibu kota. Rencana itu tidak pernah terwujud, karena yang terjadi kemudian adalah malapetaka berupa kerusuhan massal. Hingga tengah hari, semua kegiatan di tengah kota Banjarmasin berjalan norma...

"Sobre este título" puede pertenecer a otra edición de este libro.

(Ningún ejemplar disponible)

Buscar:



Crear una petición

Si conoce el autor y el título del libro pero no lo encuentra en IberLibro, nosotros podemos buscarlo por usted e informarle por e-mail en cuanto el libro esté disponible en nuestras páginas web.

Crear una petición