Fisiologi tumbuhan: Fitohormon, Fotosintesis, Siklus karbon, Dormansi, Karotenoid, Lateks, Gutasi, Daun, Metabolit sekunder, Fitokrom, Akar

0 valoración promedio
( 0 valoraciones por GoodReads )
 
9781233903504: Fisiologi tumbuhan: Fitohormon, Fotosintesis, Siklus karbon, Dormansi, Karotenoid, Lateks, Gutasi, Daun, Metabolit sekunder, Fitokrom, Akar
From the Publisher:

Sumber: Wikipedia. Halaman: 24. Bab: Fitohormon, Fotosintesis, Siklus karbon, Dormansi, Karotenoid, Lateks, Gutasi, Daun, Metabolit sekunder, Fitokrom, Akar, Fotorespirasi, Tumbuhan peluruh, Asam salisilat, Kutikula tumbuhan, Asam jasmonat, Triakontanol, Suberin, Klorofil, Poliamin, Sintase ATP, Brasinosteroid, Plasmodesmata, Rubisco, Kutin, Peronaan, Apoplas, Pepagan, Meristem, Simplas, Endosperma, Tumbuhan hijau abadi, Klorin, Getah, Kromofor, Auksin. Kutipan: Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbondioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. Meskipun masih ada langkah-langkah dalam fotosintesis yang belum dipahami, persamaan umum fotosintesis telah diketahui sejak tahun 1800-an. Pada awal tahun 1600-an, seorang dokter dan ahli kimia, Jan van Helmont, seorang Flandria (sekarang bagian dari Belgia), melakukan percobaan untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan massa tumbuhan bertambah dari waktu ke waktu. Dari penelitiannya, Helmont menyimpulkan bahwa massa tumbuhan bertambah hanya karena pemberian air. Namun, pada tahun 1727, ahli botani Inggris, Stephen Hales berhipotesis bahwa pasti ada faktor lain selain air yang berperan. Ia mengemukakan ...

"Sobre este título" puede pertenecer a otra edición de este libro.

(Ningún ejemplar disponible)

Buscar:



Crear una petición

Si conoce el autor y el título del libro pero no lo encuentra en IberLibro, nosotros podemos buscarlo por usted e informarle por e-mail en cuanto el libro esté disponible en nuestras páginas web.

Crear una petición