Eskatologi Kristen: Akhir zaman, Eskatologi Saksi-Saksi Yehuwa, Bait Allah, Dispensasionalisme, Eskatologi menurut Surat-surat Deutero Pauline

 
9781233902927: Eskatologi Kristen: Akhir zaman, Eskatologi Saksi-Saksi Yehuwa, Bait Allah, Dispensasionalisme, Eskatologi menurut Surat-surat Deutero Pauline
From the Publisher:

Sumber: Wikipedia. Halaman: 44. Bab: Akhir zaman, Eskatologi Saksi-Saksi Yehuwa, Bait Allah, Dispensasionalisme, Eskatologi menurut Surat-surat Deutero Pauline, Penghakiman Yesus, Ranting Daud, Penghakiman akhir, Milenarianisme, Postmilenialisme, Kebangkitan, Limbo, Purgatori, Kedatangan Kedua Yesus Kristus, Sejarah Purgatori. Kutipan: Akhir zaman, Zaman akhir, atau Kiamat biasanya merujuk kepada tulisan eskatologis dalam ketiga agama Abrahamik: Yudaisme, Kristen, dan Islam. Akhir zaman seringkali digambarkan sebagai suatu masa yang diwarnai oleh kesusahan yang mendahului kedatangan kembali dari Mesias yang telah diramalkan. Mesias adalah tokoh yang akan mengantarkan datangnya Kerajaan Allah dan mengakhiri penderitaan dan kejahatan. Namun demikian, gambaran-gambaran terinci tentang kejadian ini tergantung pada keyakinan masing-masing yang dipelajari. Sejumlah agama dan tradisi memiliki keyakinan-keyakinan tentang Akhir zaman, yang menghasilkan beraneka sistem keyakinan, tradisi, dan perilaku. Dalam Yudaisme, Akhir zaman biasanya disebut Akhir hari-hari (aharit ha-yamim, ????? ?????), sebuah ungkapan yang beberapa kali muncul dalam Tanakh. Meskipun gagasan tentang bencana mesianik memiliki tempat yang menonjol dalam pemikiran Yahudi, gagasan ini bukanlah suatu proses yang tak dapat berubah yang berdiri sendirian, melainkan ditemukan bersama-sama dengan gagasan tentang penebusan tanpa penderitaan. Kedua gambaran ini kadang-kadang dilihat sebagai dua kemungkinan yang berbeda untuk masa depan Israel. Akhir Zaman dalam eskatologi Yahudi meliputi sejumlah tema yang saling terkait: Kejadian-kejadian penuh bencana akan menjungkirbalikkan tatanan dunia yang lama, seperti yang dicatat dalam contoh-contoh ayat berikut ini dalam Alkitab Perjanjian Lama: Ulangan 4:29-39: Dan baru di sana engkau mencari TUHAN, Allahmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. Apabila engkau dalam keadaan terdesak dan segala hal ini menimpa...

"Sobre este título" puede pertenecer a otra edición de este libro.

(Ningún ejemplar disponible)

Buscar:



Crear una petición

Si conoce el autor y el título del libro pero no lo encuentra en IberLibro, nosotros podemos buscarlo por usted e informarle por e-mail en cuanto el libro esté disponible en nuestras páginas web.

Crear una petición